virtutorials.blogspot.com is a blog that contains guides and tutorials about network systems and infrastructure for students written in Indonesian

Saturday, March 6, 2021

Setup PostgreSQL

PostgreSOL adalah salah satu jenis RDBMS (Relational Database Management System) yang cukup handal dan sering dipakai oleh beberapa kalangan database engineer sebagai wadah dan aplikasi pengelola database. Selain kuat dan handal dalam menangani ribuan permintaan query database, PostgreSQL juga memiliki tingkat akurasi tinggi serta integritas data yang baik dibandingkan sistem database lainnya. Kelebihan lainnya adalah lisensi yang bersifat open source disertai beberapa fitur seperti PGCluster, DB mirror, PGPool, dan Slony, membuat aplikasi server ini memberikan daya tarik tersendiri bagi para pengembang database untuk bereksperimen dengannya.

PostgreSQL menerapkan konsep yang disebut role yang menangani sistem otentikasi serta otorisasi sistem yang menyerupai dengan akun dalam sistem Linux atau Unix. Dengan role ini, sistem database akan memverifikasi dan membedakan jenis akses atau privilegde setiap user. Pada saat instalasi, PostgreSQL akan membaca dan mengatur autentifikasi ident yang memiliki arti bahwa akun dalam database akan dihubungkan dengan akun Linux/Unix. Jika dalam role terdapat user Postgres, hal itu berarti sistem Linux/Unix memiliki nama user yang sama, dapat menggunakan role tersebut untuk log in ke database.
Untuk menginstal database PostgreSQL, dapat menggunakan komputer server yang telah dipakai untuk server MySQL. Dengan Catatan, bahwa service MySQL harus di-disable terlebih dahulu.
Berikut cara melakukan setup dan konfigurasi PostgreSQL dengan Debian 9.4.
1. Masukkan DVD OS Debian 9.4 kemudian mount pada sistem.
Lanjutkan dengan meng-instal PosgreSQL dengan perintah
berikut.
root@Linux-Server:~#apt-get install postgresql-9.6
 

2. Setelah instalasi selesai, maka dapat mulai log in ke dalam sistem database server PostgreSQL. Karena setelah menginstal PostgreSQL, maka secara otomatis dalam sistem juga tercipta user baru sebagai administrator dari PostgreSQL dengan nama user postgres. Agar dapat memasuki terminal sistem database PostgreSQL, maka harus berpindah user postgres, kemudian baru dapat memasuki terminal database.
root@Linux-Server:~#su - postgres
root@Linux-Server:~#psql
Gambar 8.13 Masuk dalam terminal database PostgreSQL.

3. Untuk keluar dari mode terminal database PostgreSQL, tekan tombol Ctrl + D. Agar lebih aman, user postgres dalam sistem harus dilengkapi dengan password karena secara default, user tersebut tidak memiliki password sehingga cukup membahayakan.
root@Linux-Server:~# passwd postgres
root@Linux-Server:~# su - postgres
postgres=# \password
Gambar 8.14 Mengatur password PostgreSQL.

4. Jika kebingungan terhadap perintah yang harus diketikkan dalam terminal database PostgreSQL, dapat memasukkan perintah Help untuk membuka daftar penggunaan perintah. Apabila ingin keluar dari terminal database PostgreSQL Masukkan \q atau tekan tombol Ctrl + D.
Gambar 8.15 Daftar penggunaan perintah PostgreSQL.

5. Sama seperti halnya pengoperasian MySQL, Database Server yang memakai instruksi berbasis tunggal melalui console cukup menyulitkan pengguna, maka diperlukan webbase management menggunakan phpMyAdmin. Dalam PostgreSQL, dapat menggunakan aplikasi webbase phppgadmin.

root@Linux-Server:~#apt-get install phppgadmin


6. _Lanjutkan dengan melakukan konfigurasi file postgresql.conf.

root@Linux-Server:~#nano /etc/postgresql/9.6/main/postgresql.conf


7. Cari baris kode yang diawali dengan #listen_ address = ‘localhost. Ubahlah menjadi listen_address = "192.168.56.20.
Konfigurasi tersebut bertujuan untuk mengatur bahwa server PostgreSQL berada di IP address 192.168.56.20.
Gambar 8.16 Konfigurasi listen address.

8. Berikutnya adalah mengonfigurasi file /etc/postgresql/9.6/ main/pg_hba.conf.

root@Linux-Server:~#nano /etc/postgresql/9.6/main/pg_hba.conf


9. Tambahkan baris host all all 192.168.56.0/24 md5 di bawah baris host all all 127.0.0.1/32 md5 seperti pada gambar berikut.
Gambar 8.17 Konfigurasi Local Connections.

10. Keluar dan simpan hasil konfigurasi file tersebut. Selanjutnya dalam struktur direktori apache2 terdapat file /etc/ apache2/conf-enabled/phppgadmin.conf yang harus diedit menggunakan tools Nano.

root@Linux-Server:~#nano /etc/apache2/conf-enabled/ phppgadmin.conf


Ubah baris kode Require local menjadi Require all granted seperti dalam gambar.
Gambar 8.18 Edit dengan tools Nano.

11. Lengkapi parameter baris konfigurasi phppgadmin pada file config.inc.php menjadi seperti berikut.

root@Linux-Server:~#nano /etc/phppgadmin/config.inc.php

Diikuti beberapa perubahan parameter baris kode seperti:
$conff‘extra_login_security'] = false;
$conf[‘owned_only'] = true;
Gambar 8.19 Edit file config.inc.php.

12. Restart servis postgreSQL dan apache2 menggunakan perintah sebagai berikut.

root@Linux-Server:~#systemctl restart postgresql apache2


13. Untuk menguji bahwa Database Management System postgreSQL dapat diakses dari komputer klien, jalankan aplikasi web browser komputer Klien. Setelah itu, masukkan URL http://192.168.56.20/phpgadmin. Pada halaman utama phpgadmin, pilih menu “PostgreSQL - Remote”.
Gambar 8.20 Halaman awal phppgadmin.

14, Masukkan username postgres dan password yang sudah
ditentukan sebelumnya.
Gambar 8.21 Halaman log in PostgreSQL.

15. Berikut tampilan phppgadmin setelah berhasil log in.
Gambar 8.22 Halaman manajemen PostgreSQL.

No comments:

Post a Comment