virtutorials.blogspot.com is a blog that contains guides and tutorials about network systems and infrastructure for students written in Indonesian

Thursday, February 25, 2021

Internet Gateway

Istilah gateway mungkin bagi peserta didik kelas XII bukanlah sesuatu hal yang baru. Apalagi pada materi Administrasi Infrastruktur Jaringan kelas XI, Anda telah mempelajari tentang sistem routing, baik itu routing statis maupun routing dinamis. Gateway sendiri memiliki makna sebagai jembatan penghubung. Hal yang mungkin terbayang dalam pikiran Anda adalah sebuah jembatan penghubung jalan yang terpisah oleh sungai atau selat lautan. Secara filosofi, gateway dalam jaringan merupakan jalur penghubung mirip jembatan di atas sungai tersebut. Masih ingatkah Anda tentang persyaratan sebuah komputer dalam jaringan lokal untuk dapat saling terhubung? Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain sebagai berikut.

1. Menjalankan protokol jaringan yang sama, misalnya TCP/IP.
2. Menggunakan sistem pengalamatan yang sama, misalnya standar IPv4 atau IPv6 (jika berbeda tidak dapat terkoneksi).
3. Memiliki alamat network yang sama (IPv4).
4. Memiliki alamat broadcast yang sama (IPv4).
5. Tidak memiliki alamat host yang sama karena akan terjadi crash (IPv4).

Jika kelima persyaratan tersebut tidak terpenuhi, koneksi antarterminal dalam jaringan tidak akan terjalin dengan baik. Sebagai contoh, dalam sebuah jaringan terdapat lima komputer dengan konfigurasi IP address berbeda-beda. Tahukah Anda, komputer dengan IP address mana saja yang dapat terkoneksi dengan IP address 192.168.1.126/25? Untuk mengetahuinya, dapat dilakukan komparasi antara PCI (192.168.1.126/25) dan PC2 hingga PC5. Perhatikan tabel komparasi berikut.

Tabel 1.1 Komparasi PCI dengan PC2-C5.

PC

IP Address

Protokol

Versi IP

Network ID

Broadcast ID

Host

Keterangan

1

192.168.1.126/25

TCP/IP

IPv4

192.168.1.0

192.168.1.127

126

Komputer yang dikoneksikan

2

192.168.1.1/25

Sama

Sama

Sama

Sama

Tidak sama

Terkoneksi

3

192.168.1.200/28

Sama

Sama

Tidak sama

Tidak sama

Tidak sama

Tidak terkoneksi

4

21da:00d3:000:2f3b:

02aa:00ff:fe28:9c5a

Sama

Tidak sama

Tidak sama

Tidak sama

Tidak sama

Tidak terkoneksi

5

172.16.10.1/26

Sama

Sama

Tidak sama

Tidak sama

Tidak sama

Tidak terkoneksi


Selanjutnya, bagaimana menghubungkan ketiga komputer (PC3, PC4, dan PC5) pada Tabel 1.1 yang tidak terkoneksi dengan komputer ber-lP address 192.168.1.126/25? Dikarenakan komputer tersebut tidak memenuhi persyaratan, diperlukan sebuah sistem route atau jalur penghubung yang dikenal dengan nama gateway. Dengan membangun gateway, beberapa jaringan berbeda dapat saling terhubung satu sama lain seperti ditunjukkan Gambar 1.1.

Gambar 1.1 (a) Tiga komputer yang tidak dapat terhubung dalam jaringan dan (b) topologi jaringan menggunakan router.

Gateway merupakan istilah sistem yang secara logika menjadi titik lompatan jalur bagi semua terminal yang terhubung dengannya sebelum dilewatkan ke arah alamat tujuan. Gateway secara logika merupakan alamat router yang menjadi jalur terdekat bagi terminal di jaringan lokal router tersebut berada.

Perhatikan Gambar 1.1 (b), PCI dan PC2 memiliki router RI dengan alamat gateway 192.168.1.125/25 sehingga konfigurasi IP address di PCI adalah sebagai berikut.

IP address : 192.168.1.126
Subnet mask : 255.255.255.128
Gateway : 192.168.1.125

Alamat gateway yang diatur di PC1 dan PC2 adalah IP address yang dikonfigurasi pada router R1. Masih ingatkah Anda tentang konsep routing dalam sebuah jaringan? Pelajari kembali materi tersebut pada buku Komputer dan Jaringan Dasar kelas X serta Administrasi Infrastruktur Jaringan kelas Xl. Ketika ada data yang dikirimkan dari sebuah komputer, anggap saja dari PC1 menuju PC3, oleh PC1 akan diperiksa terlebih dahulu daftar tabel routing dalam mesinnya sendiri. Jika ternyata masih dalam area LAN yang sama, akan dikirimkan ke switch. Namun, jika alamat IP berbeda, tabel routing akan mengarahkan data menuju alamat gateway (secara fisik berupa router). Oleh router, akan diperiksa kembali tujuan paket data tersebut sebelum dikirimkan. Jika paket data ternyata menuju PC3 yang berada di bawah naungan router R3, oleh router R1 akan dilewatkan ke R3. Selanjutnya, data tersebut akan dikirimkan ke PC3.

Selanjutnya, bagaimana cara membangun sebuah gateway?

Pada materi yang lalu (Administrasi Infrastruktur Jaringan kelas XI), telah dijelaskan tentang routing statis dan dinamis yang sebenarnya dapat dijadikan sebagai mekanisme routing dasar bagi transmisi data network yang berbeda. Untuk materi selanjutnya, akan dijelaskan tentang membuat gateway dengan NAT serta analisis kelebihan dan kekurangan tiap teknik routing tersebut (pada subbab berikutnya).

No comments:

Post a Comment