virtutorials.blogspot.com is a blog that contains guides and tutorials about network systems and infrastructure for students written in Indonesian

Thursday, February 25, 2021

Quality Of Service

Pengantar

Lebar kanal sambungan internet saat ini sudah mencapai ukuran Gigabit yang memungkinkan para pengguna dapat melakukan streaming, download, dan video conference dengan nyaman. Namun, permasalahan tidak cukup berhenti dengan menambah kapasitas bandwidth sambungan saja. Beragamnya jenis protokol dan layanan yang dijalankan oleh sistem jaringan serta meningkatnya jumlah pengguna tetap menjadi faktor utama penghambat konektivitas jaringan. Oleh karena itu, perlu adanya teknik mengelola bandwidth agar kualitas sambungan tetap terjaga. Dalam materi ini, Anda akan membahas teknik manajemen bandwidth dengan router MikroTikOS. Apa dan bagaimana cara mengelola bandwidth? Simak, pahami, dan praktikkan materi yang ada pada KD 3.14 ini.

Quality Of Service

Komponen router sebagai perangkat keras jaringan yang menjadi titik tumpu trafik keluar masuk data jaringan merupakan faktor utama penjamin kualitas sambungan internet. Meski telah didukung dengan kapasitas bandwidth yang besar, tetapi tetap saja akan kesulitan melayani berbagai permintaan layanan sambungan. Bahkan, akan sering terjadi down jika Anda tidak menyediakan sistem manajerial yang baik. Dalam membangun jaringan, Anda harus mempertimbangkan dan menghitung aspek keamanan, skalabilitas jaringan, dan kemungkinan terjadinya kegagalan koneksi. Selain itu, Anda juga harus memperhatikan kualitas layanan jaringan sehingga ada jargon “Jangan hanya 100% connected, tetapi juga 100% guarantee" yang artinya tidak hanya jaringan yang tersambung dengan baik, tetapi kualitas sambungan juga harus terjaga dengan baik.

Jika berbicara mengenai kualitas jaringan atau QoS dalam infrastruktur jaringan lokal, Anda hanya perlu menyediakan media transmisi (fiber optic) pada perangkat jaringan, seperti switch dan router. Dikarenakan dukungan interface yang mampu bekerja pada kecepatan gigabit, persoalan bandwidth dapat terselesaikan. Namun, bagaimana jika Anda tersambung dengan jaringan? Tentu Anda harus mengatur dan menyediakan pengaturan bandwidth yang mampu mengakomodasi semua permintaan klien terhadap sambungan internet.

Apa itu bandwidth? (buka kembali materi Teknologi Layanan Jaringan kelas XI). Bandwidth adalah lebar data yang disediakan dalam infrastruktur jaringan, tergantung dari teknologi media atau jenis protokol yang digunakan dalam infrastruktur jaringan untuk melewatkan data. Meski memiliki satuan ukuran yang sama, seperti bit rate atau kecepatan transfer data, yaitu ukuran bit per second (bps). Istilah Bandwidth dapat juga kita artikan sebagai kemampuan maksimal suatu perangkat jaringan dalam mengirimkan atau mentransmisikan data melalui media transmisi data dalam jaringan pada satuan waktu tertentu. Semakin lebar kapasitas bandwidth, semakin banyak pula jenis data yang dapat dilewatkan.

Contohnya teknologi modem yang hanya mampu menyediakan besaran bandwidth 56 Kbps, tentu akan berbeda dengan penerapan infrastruktur jaringan dengan serat optik yang Mampu mendukung bandwidth hingga ukuran Gbps. Bagaimana Cara menjaga kestabilan dan kualitas koneksi dengan resource bandwidth yang relatif minim berdasarkan kebutuhan pengguna dalam jaringan? Perlu diketahui bahwa mekanisme pengiriman data yang terjadi sekarang ini adalah dengan metode packet switching. Pada metode ini, data akan dipecah menjadi bagian kecil sebelum dikirimkan ke tujuan. Setelah sampai tujuan, Paket data tersebut akan dirangkai kembali menjadi data utuh. Masalahnya adalah tidak setiap paket data yang dikirimkan aka selalu berhasil sampal tujuan, paket yang dikirimkan dapat hilang karena terlalu jauhnya media akibat firewall atau congestion, Congestion merupakan keadaan saat kapasitas data melebihi kapasitas media jaringan, misalnya bandwidth yang tersedia tidak lagi mencukupi.
Gambar 3.1 Trafik data wireless interface.

Perhatikan Gambar 3.1, gambar tersebut merupakan data statistik wireless interface yang dikerjakan oleh perangkat jaringan router berbasis MikroTik. Parameter Tx/Rx Bytes menggambarkan besaran paket yang dikirimkan (disimbolkan dengan Tx yang berarti transmiter) dalam satuan byte, Parameter Rx atau received yang berarti besaran paket yang diterima. Pada Gambar 3.1, diketahui bahwa kondisi jaringan saat terpantau oleh perangkat wireless router memiliki statistika Tx = 98.5 MBps (mega byte per second) dan Rx sebesar 4849.4 KBps (kilo byte per second). Tx direpresentasikan garis grafik berwarna biru, sedangkan Rx berwarna merah.

Tipikal synchronous network adalah mengirimkan bagian-bagian paket data yang telah dipecah sebelumnya dengan lama waktu pengiriman yang sama sehingga kemungkinan timbulnya burst atau lonjakan bandwidth kecil. Sementara itu, jaringan yang Anda terapkan saat ini masih berbasis TCP/IP yang memakai metode asynchronous network yang sering menyebabkan lonjakan penggunaan bandwidth secara tiba-tiba, Sangat penting melakukan pengaturan QoS pada kondisi jaringan seperti ini.

Berikut adalah Jenis-jenis service yang tersedia pada jaringan berbasis TCP/IP.

1. Normal User Data
Normal User Data adalah tipe layanan yang sangat sering digunakan oleh user (pengguna), seperti FTP, mail, share, dan akses web.

2. Network Managements
Tipe layanan network managements mengeluarkan output traffic data yang sering digunakan untuk mengatur jaringan, seperti SDEE (Security Device Event Exchange), Syslog, SNMP, HTTPS, dan SSH.

3. Real Time
Real time merupakan Jenis service yang membutuhkan sambungan jaringan berkualitas balk karena proses pengiriman dan penerimaan data dilakukan secara langsung tanpa delay. Jika terjadi delay yang berdampak munculnya jitter, dapat menyebabkan komunikasi menjadi terputus, misalnya VoIP, audio, dan video conference.

4. Streaming Applications
Jenis ini sebenarnya hampir tidak memiliki perbedaan, misalnya audio dan video streaming (online radio dan online vlog). Alokas| bandwidth yang dibutuhkan berukuran tetap.

5. Critical Data Application
Jenis ini juga masuk kategori layanan data dengan kebutuhan bandwidth besar dan jaminan kualitas jaringan yang balk, seperti clustering computing, transactional data, multicast data, serta sinkronisasi data center.

6. Network Security Management
Layanan ini membutuhkan alokasi bandwidth berukuran tetap atau sering disebut dengan dedicated bandwidth, seperti pengaturan SDEE, RDEP (Remote Data Exchange Protocol), serta syslog.

7. Network Control Traffic
Lalu lintas data tipe ini dihasilkan dari proses manajemen Jaringan seperti penerapan protokol routing, misalnya RIP, BGP, OSPF, dan Bridge Protocol Data Unit.

8. DoS-prone Service
Istilah layanan ini digunakan untuk identifikasi trafik data normal, tetapi lebih mendekati pada potensi penyerangan

berbasis DoS.

9. Scavenger
Kategori layanan ini dihasilkan oleh beberapa aplikasi chatting, seperti Skype, E-Mule, dan Kazaa. Dalam menentukan QoS yang baik, sering terjadi delay dan jitter. Untuk mengatasinya, Anda perlu memperhatikan faktor-faktornya. Selain itu, Anda juga membutuhkan beberapa komponen pendukung. Beberapa faktor dan komponen Pendukung yang harus diperhatikan antara lain sebagai berikut.

1. Faktor-faktor untuk Mengatasi Delay dan Jitter
Agar QoS yang akan diterapkan pada RouterOS dapat mengatasi masalah delay dan jitter, Anda perlu memperhatikan beberapa faktor sebagai berikut.

a. Delay
Delay dapat diartikan sebagai keterlambatan atau tertundanya proses pengiriman / penerimaan paket data dari pengirim / ke tujuan. Delay sering juga dikenal dengan latency.

b. Delay variations
Delay variations adalah jenis delay yang muncul dengan time atau jarak waktu berbeda-beda.

c. Packet joss
Packet loss adalah keadaan saat paket yang dikirimkan tidak sampai pada tujuan.

d. Packet reordering
Packet reordering adalah paket yang dikirimkan ke tujuan akan sampai, tetapi tidak berurutan akibat pengaturan queue yang kurang baik.

e. Average rate dan burst size
Average rate dan burst size adalah faktor pengaturan rata-rata alokasi bandwidth dan besarnya ukuran lonjakan bandwidth yang diizinkan.

f. Desynchronizing TCP sessions
Komunikasi antaraplikasi berbasis TCP yang dimulai dengan SYN.

2. Komponen Pendukung QoS
Sebelum membangun jaringan dengan menentukan Qos yang baik, Anda juga harus mengenal beberapa komponen pendukungnya, antara lain sebagai berikut.

a. Queuing
Queuing merupakan buffer atau antrean yang akan memengaruhi kinerja jaringan yang perlu diatur sesuai kebutuhan.

b. Signaling 5
Pada beberapa kasus, beberapa perangkat jaringan ketika terkoneksi akan dikendalikan oleh protokol tertentu seperti RSVP (Resource Reservation Protocol).

c. Classification 2
Komponen ini akan dipakai oleh router untuk mengidentifikasi jenis aliran paket data, kemudian mengklasifikasikannya berdasarkan jenis layanan.

d. Marking
Marking adalah pemberian label setelah dilakukan proses classification untuk mermudahkan router melakukan pemeliharaan dan mentransmisikan data tersebut.

e. Admission control
Admission control merupakan mekanisme yang mengizinkan user untuk mengakses jaringan berdasarkan klasifikasi tertentu setelah melewati tahapan autentikasi.

f. Congestion control
Congestion control berguna mengurangi lalu lintas data ketika terjadi congestion.

g. Traffic shaping
Traffic shaping berguna menghaluskan traffic data yang terjadi agar burst yang terjadi tidak mengakibatkan data terputus.

h. Integrated and differentiated service
Integrated and differentiated service merupakan layanan yang terintegrasi pada QoS router.

i. QoS policy
QoS policy merupakan kesepakatan yang tertuang dalam kontrak kerja antara pengguna dan ISP.

Gambar 3.2 Proses pengiriman berdasarkan prioritas data.

No comments:

Post a Comment