virtutorials.blogspot.com is a blog that contains guides and tutorials about network systems and infrastructure for students written in Indonesian

Thursday, March 11, 2021

ECMP

Salah satu teknik yang dapat diterapkan untuk membangun load balancing dengan MikroTik adalah ECMP. Dapat dikatakan bahwa metode ini adalah metode yang paling sederhana dan cepat untuk diimplementasikan dalam router agar beban trafik jaringan dapat seimbang sesuai dengan jumlah link ISP yang terkoneksi. Konsep dasarnya cukup sederhana, yaitu dengan mendistribusikan beban transmisi data dari jaringan internal menuju jaringan eksternal. Pendistribusian beban transmisi data melalui titik-titik link ISP berdasarkan pada pengaturan konfigurasi default route yang terdiri atas beberapa alamat gateway yang memiliki nilai administrative distance yang sama.

Gambar 4.8 Round robin ECMP.


Perhatikan ilustrasi Gambar 4.8, ketika sebuah router menerapkan ECMP sebagai mekanisme load balancing, terdapat dua alamat gateway dengan nilai distance yang sama, yaitu 10.10.10.1 dan 11.11.11.1. Bagaimana cara menentukan trafik data dari komputer klien menuju alamat server tujuan? ECMP akan menerapkan algoritme round robin sebagai dasar acuan mengacak lewat rute mana trafik data dari klien.

Hal yang menjadi pedoman ECMP adalah metode per address-pair load balancing. Metode tersebut berarti setelah menetapkan arah aliran paket data melalui gateway tertentu, acuan tersebut selanjutnya akan digunakan oleh router ketika menemukan paket data yang sama dari alamat pengirim dan alamat tujuan yang sama. Sebagai contoh, komputer 172.16.0.1 sedang berkomunikasi dengan server smkbisa.net, setelah diacak menggunakan algoritme round robin, router memutuskan akan melewatkannya melalui ISP Majapahit.

Begitu pula proses selanjutnya, jika ada request atau komunikasi dari 172.16.0.1 menuju smkbisa.net, akan tetap dilewatkan pada gateway 10.10.10.1 atau ISP Majapahit. Bagaimana jika komputer 172.16.0.2 juga melakukan akses keluar, misalnya ke server tkj.net? Bisa jadi router dengan algoritme pengacakannya akan melewatkan melalui ISP Majapahit atau ISP Pajajaran (dalam contoh ini, data dilewatkan melalui ISP Pajajaran).

Mekanisme seperti inilah yang terjadi ketika membuat proses pengacakan trafik data melalui alamat gateway. Hal ini memunculkan kemungkinan trafik data akan menumpuk pada satu link. Hal tersebut cukup besar probabilitasnya ketika jaringan hanya memiliki jumlah klien yang sedikit. Namun, ketika jumlah klien semakin banyak, potensi keseimbangan pembagian beban data jaringan akan semakin cepat tercapai. Kelemahan lain dari ECMP adalah penjadwalan flushing atau penghapusan rule pada route table setiap 10 menit sekali. Pengaturan inilah yang sering kali menyebabkan perpindahan arah trafik data dari gateway satu ke gateway yang lainnya yang berpotensi memutuskan sesi komunikasi yang sedang terjalin antara klien dan alamat tujuan.

No comments:

Post a Comment