virtutorials.blogspot.com is a blog that contains guides and tutorials about network systems and infrastructure for students written in Indonesian

Friday, March 12, 2021

NGINX

NGINX yang merupakan kependekan dari eNgine X adalah salah satu kompetitor web server Apache yang saat ini merajai dunia web. Aplikasi berbasis open source yang dikembangkan oleh Igor Syssoev tahun 2002, awalnya ditujukan untuk memberikan solusi terhadap sistem koneksi C10K atau kondisi saat server meng-handle sepuluh ribu koneksi. Meski diumumkan dan dirilis tahun 2004 dengan teknologi asynchronous dengan arsitektur event driven, namun telah memperoleh respons baik dari para penggunanya. Kelebihan dibandingkan dengan Apache adalah ringan dan dapat bekerja dengan spesifikasi hardware yang relatif rendah (minim). Pada latihan ini, kita akan melakukan setup dan konfigurasi web server dengan NGINX. Ikuti step by step petunjuk berikut.

1. Perhatikan skema jaringan yang telah dijelaskan pada subbab Konfigurasi Apache sebagai pedoman mengatur server.
2. Kamu dapat menggunakan komputer server yang telah dipakai praktik sebelumnya (telah diatur Apache) dengan catatan harus mematikan atau disable service Apache terlebih dahulu agar tidak bentrok.
3. Masukkan DVD kesatu OS Debian 9.4, kemudian mount ke sistem.
4. Instal Nginx Web Server dengan perintah:
root@Linux-Server:~#apt-get install nginx -y
5. Edit file konfigurasi Nginx dengan membuka file/etc/nginx/sites-enabled/default
root@Linux-Server:~#cp /etc/nginx/sites-enabled/default/root
root@Linux-Server:~#nano /etc/nginx/sites-enabled/default
Edit pada bagian baris kode server { menjadi seperti berikut.
Gambar 6.21 Edit file default NGINX.

6. Keluar dan simpan file konfigurasi tersebut.
7. Selanjutnya, buatlah direktori kosong /home/web.
root@Linux-Server:~#mkdir /home/web
8. Buatlah halaman indeks web pada direktori tersebut dengan nama index.html.
root@Linux-Server:~#nano /home/web/index.html

9. Restart server Nginx.
root@Linux-Server:~#/etc/init.d/nginx restart
10. Periksa bahwa status service server Nginx telah berjalan dengan baik.
root@Linux-Server:~#/etc/init.d/nginx status
11. Selanjutnya, periksa tampilan web dengan aplikasi lynx pada lokal mesin server dilanjutkan dengan memanggil alamat URL pada web browser komputer klien.
Gambar 6.22 Memanggil alamat URL Nginx server.

12. Tahap berikutnya adalah melakukan konfigurasi perubahan port akses web server NGINX dari 80 menjadi 2000 dan membuat prosedur web authentification.
13. Edit file konfigurasi NGINX.
root@Linux-Server:~#nano /etc/nginx/sites-enabled/default
Ubah default port 80 menjadi 2000 di bawah baris kode server { dan tambahkan kode auth_basic dengan detail kode sebagai berikut.

14. Keluar dan simpan file konfigurasi NGINX tersebut.
15. Buatlah file/etc/nginx/.htpasswd yang menyimpan detail akun untuk dapat melakukan autentikasi web.
root@Linux-Server:~#htpasswd -c /etc/nginx/.htpasswd smkbisa
Gambar 6.23 Membuat user autentikasi web NGINX.

16. Buat aturan firewall yang mengarahkan akses web menuju port 80 di-redirect-kan ke port 2000 menggunakan iptables.
root@Linux-Server:~#iptables -t nat -A PREROUTING -d 192.168.56.20 -p tcp --dport 80 -j DNAT --to-port 2000
17. Sebenarnya, konfigurasi iptables tersebut sudah bekerja secara aktif, agar secara otomatis bekerja ketika mesin reboot maka perlu disimpan ke dalam sebuah file. Secara default Debian 9 tidak memiliki file /etc/rc.local seperti versi sebelumnya sehingga perlu disimpan dalam file iptables.save
root@Linux-Server:~#iptables-save > /etc/iptables.save
18. Tambahkan baris kode pre-up iptables-restore < /etc/iptables. Save pada bagian paling akhir file /etc/network/interfaces agar file iptables.save di-load saat mesin booting.
root@Linux-Server:~#nano /etc/network/interfaces
Gambar 6.24 Menambah ppsi pre-up iptables-restore < /etc/iptables.save.

19. Restart service Nginx dengan perintah /etc/init.d/nginx restart kemudian uji status layanannya sudah bekerja dengan baik atau belum dengan perintah/etc/init.d/nginx status.
20. Tahap terakhir adalah melakukan pengujian web server dengan NGINX menggunakan web browser komputer klien.

No comments:

Post a Comment