virtutorials.blogspot.com is a blog that contains guides and tutorials about network systems and infrastructure for students written in Indonesian

Friday, March 12, 2021

Per Connection Queueing (PCQ)


Ketika kalian membangun sebuah jaringan yang menghubungkan komputer klien ke internet, router (router MikroTik) menjadi pusat pengendali dan penjamin kualitas sambungan/koneksi. Dengan adanya teknik manajemen bandwidth yang baik, akan meminimalkan terjadinya delay alias user mengeluh internet lambat. Hal tersebut dapat diatasi ketika jumlah klien dalam jaringan sudah ditetapkan dengan pasti. Namun, bagaimana jika ternyata jaringan tersebut bukan hanya untuk konsumsi internal perusahaan saja? Sebagai contoh, terdapat beberapa hotspot yang menyediakan akses internet yang terpasang pada suatu area dan ruangan untuk memudahkan setiap user. Kondisi seperti itu mengakibatkan jumlah pengguna akan bertambah dan berkurang secara tidak pasti.

Keadaan tersebut membuat administrator jaringan mengalami kesulitan untuk mengatur bandwidth, baik itu CIR maupun MIR. Solusi yang dapat dilakukan adalah menerapkan teknik Per Connection Queueing (PCQ). Dengan PCQ, Anda tidak perlu memikirkan cara mengonfigurasi leaf queue dan alokasi CIR ataupun MIR.

Metode PCQ merupakan perbaikan dari mekanisme SFQ atau Stochastic Fairness Queueing meski masih memakai teknik pembuatan substream atau subqueue. Penggunaan algoritme pada SFQ masih berbasis Hash yang berperan sebagai classifier. Di lain hal, pada Penerapan PCQ kamu bebas memilih jenis parameter yang akan digunakan sebagai classifier, parameter parameter di sini antara lain src-address, dst-address, src-port, dan dst-port.

Gambar 3.8 Konsep kerja PCQ.

Pada saat ada transmisi paket menuju mekanisme sistem PCQ, paket akan dikelompokkan berdasarkan classifier grouping menggunakan parameter src-address, dst-address, src-port, atau dst-port. Anggap saja classifier yang dikerjakan ini berdasarkan parameter alamat sumber pengirim atau src-address. Maka dari itu, diperlukan beberapa substream (FIFO pertama, FIFO kedua, dan seterusnya) masing-masing substream dapat diterapkan metode queue FIFO yang memiliki batas alokasi bandwidth sendiri-sendiri. Sebelum dikirim keluar, setiap substream akan dipersatukan kembali pada bagian TOTAL FIFO.

Gambar 3.9 Queue type MikroTik.

Untuk melihat daftar PCQ yang telah terkonfigurasi pada router MikroTik, gunakan perintah “queue type print’. Perhatikan dengan saksama pada baris rule queue kelima, terdapat pcqclassifier berdasarkan src-address dengan nama pcq-uploaddefault. Rule line kelima digunakan untuk mengatur alokasi bandwidth setiap paket yang diunggah oleh pengguna. Baris keenam PCQ, classifier berdasarkan dst-address dengan nama pcqdownload-default yang berperan mengatur bandwidth setiap paket yang diunduh. Untuk menampilkan dan mengedit GUI secara visual, gunakan menu Queue - Queues Types pada Winbox.

Gambar 3.10 Queues types.

Sebagai contoh, memilih bandwidth menggunakan Simple Queue berbasis FIFO dengan queue type = default small. Perhatikan gambar berikut.

Gambar 3.11 Simple Queue FIFO.

Pada contoh gambar konfigurasi, terdapat aturan pengaturan bandwidth terhadap src-address dengan network 192.168.1.0/24 yang akan memperoleh Upload Max Limit dan Download Max Limit sebesar 512 Kbps. Jika pada jaringan tersebut terdapat tiga buah klien dengan IP address 192.168.1.253, 192.168.1.1, dan 192.168.1.0/24, masing-masing klien akan saling berebut memperoleh bandwidth dengan asumsi yang paling cepat akan memperoleh alokasi bandwidth besar. Apa dampaknya? Ya misalnya, kemungkinan ada salah satu klien menjadi korban, tidak dapat mengakses internet dengan baik. Solusinya adalah membuat leaf queue sebanyak jumlah klien yang terkoneksi (contoh misalnya dua klien), seperti pada gambar berikut.

Gambar 3.12 Leaf queue dengan dua klien.

Bagaimana jika tiba-tiba ada dua puluh unit komputer yang mendadak tersambung dengan hotspot router? Konfigurasi tersebut tidak mampu menyediakan pengaturan yang baik. Oleh karena itu, Anda harus mengubah konfigurasi download eimenggunakan tipe PCO.

Gambar 3.13 Tampilan pcq-download-default.

Dengan mengatur tipe download pada pilihan pcq-download-default, sistem PCQ akan mengatur dan menyeimbangkan penggunaan bandwidth pada setiap klien yang terkoneksi. Sebagai contoh, besar bandwidth hanya 512 Kbps, kemudian tiba-tiba ada empat klien yang terkoneksi. PCQ akan membuat empat SP buah substream yang dapat berdasarkan IP address atau port komputer, dengan masing-masing komputer memperoleh besar bandwidth 128 Kbps. Pengaturan tersebut dapat dilakukan oleh router MikroTik ketika parameter rate pada queue type PCQ diatur pada nilai 0. Perlu diingat, ketika Anda melakukan manajemen bandwidth dengan metode PCQ, jumlah substream yang dibuat harus mempertimbangkan dua hal sebagai berikut.

1. Besar alokasi bandwidth yang tersedia.
2. Kapasitas ukuran memori router.

No comments:

Post a Comment